Pada masanya, Infiniti Q45 adalah mobil mewah. Baik di Jepang, maupun di Indonesia. Usia hanya 17 tahun, dari 1989 sampai 2006. Cukup panjang yang artinya memang diminati.

Ada 2 basis model sebenarnya, dan mungkin diantara kita ada yang tak tahu. Generasi awal, 1989 hingga 1995, dibuat berdasarkan sedan andalannya, Nissan President. Lantas model yang diproduksi setelah 1996, berbasiskan Nissan Cima yang ukurannya sedikit lebih kecil dari President.

Wahyu Wekka punya Infiniti Q45 tahun 1994 dengan kode sasisnya G50. Nama Q45 terinspirasi istilah “Q-car” yang ditambahkan 45 berdasarkan jumlah kapasitas mesinnya yaitu 4.500 cc. Karena dekat dengan Nissan President, premium flagshipnya, maka desainnya tak main-main. Infiniti meminta bantuan dari pembuat furnitur Italia, Poltrona Frau, dan berusaha untuk mendefinisikan kembali sedan mewah modern.

Saat buka pintu, kursi penumpang depan dapat disesuaikan dengan fitur memori dua posisi yang juga elektrik menyesuaikan setir. Sistem suaranya Bose. Kontrol iklim sudah digital. Power window satu sentuhan. Interior wajib kulit. Dan sistem entry tanpa kunci yang merupakan simbol inovasi di era ’90-an.

Q45 memiliki VLSD (Viscous Limited Slip Differential), sebagai bagian dari suspensi multi-link di kedua roda depan dan belakang. Juga hadir bar stabilizer belakang (dengan model ‘A’ yang lebih besar diameternya). “Waktu standar dulu dikick down gasnya sudah bisa ngepootttt,” ucap Wahyu.

Pada tahun 1989 (sebagai model 1990) diperkenalkan full suspensi aktif (FAS). Menggunakan 10 sensor pengirim sinyal ke aktuator hidrolik yang dikendalikan mikroprosesor di setiap roda. Dirancang untuk mengurangi body roll, dan sangat mirip dengan Active Body Control Mercedes-Benz, yang diperkenalkan di tahun 1999 pada C215 CL-Class.

Dengan segala kemewahan kaki-kakinya, Wahyu pede main Bippu. Pun begitu, ia menemukan tantangan. Dari segi kaki-kakinya, ingin sangat rebah dan camber minus. Di sisi body kit, sudah tak banyak yang jual. Sehingga solusinya hanya satu, ya custom.

Terinspirasi K-Break, semuanya dimulai. Dibuat halus. Tanpa banyak tekukan dan ornamen. Hal ini membuat pembuatan body kit ini fokus pada detail, agar jangan muncul lengkungan yang tak apik pada permukaan materialnya. Jadi kuncian memang. Kalau tidak, catnya tak akan sebaik yang dilihat sekarang. Nampak dikerjakan dengan hati.

Selain bodi dan warnanya, hal paling sedap dilihat di mobil adalah sewaktu air out. Negative cambernya dengan cekatan mengundang perhatian. Sudutnya sengaja dibuat sama di depan dan belakang. Terlihat dari posisi atas, stancenya simetris kiri-kanan dan atas-bawah.

Camber semuanya dipatok minus di angka -12, dan pastinya saat air out bisa lebih dalam lagi sudutnya.

Kombinasi dengan bentuk mobil, dengan bodi mobil, dengan velg celong, dengan lengkungan ban, dengan knalpot, semuanya nampak sangat VIP style. Bodi bongsor dan lebar itu sesungguhnya telah menjadi artis jalanan Jogja yang manut saja dibawa ke seluruh spot asyik di kota itu.

“Rasa suspensinya masih nyaman untuk daily karena dibuat dan diseting pas atau sesuai kebutuhan dengan posisi sekarang ini,” kata Wahyu. Semua custom dan semua arm direka ulang beserta camber kit, caster kit dan lainnya. Bahkan akibat bodinya yang panjang dan beratnya yang hampir 2 ton, pemilihan balon pun harus sesuai dengan kebutuhan dan postur mobil ini.

Padahal rodanya sudah gambot. Velgnya pake Work Meister S1 18x(11+13) inci. Diameter 18 agar lekat tak ketinggian. Sehingga fokusnya pada aplikasi lebarnya itu. Offset ada di minus 5 untuk depan dan minus 15 di belakang. Celongnya macam baskom. Edan.

Maju mundur juga terasa aman, sebab Wahyu memasang Ceika Performance yang super pakem. Upgrade ini susah nyarinya. Ceika menawarkan custom pada layanannya. Diameternya 330 mm dan 315 mm slotted monoblok yang memiliki kaliper 4 pot depan dan 2 pot belakang.

Jadi…, dibawa foto jauh pun Q45 ini tak ngambek. Sedan VIP yang menyenangkan untuk diliput. May he kiss the earth, in the silence of your mind. See you in Jakarta!

Green Boston Celtic + Xirallic

FENOMENAL

Green Boston Celtic versi custom berbasis Spies Hecker HS ini terkesan paling fenomenal. Dari sisi samping persis secara radial nampak ‘rata’ refleksi konturnya. ‘Sambungan siluet’ antar panel bodi terasa nyambung. Xirallic emas ikut meramaikan suasana. Membuatnya terkadang hijau, kuning bahkan emas.

Warna ini mengedepankan personalisasi. Sudah melalui tahapan desk research oleh Wahyu, hingga yakin dipakai di VIP. Satu hal penting, aura klasiknya muncul signifikan berkat warna baru. VIP 90’s yang besar makin membuat warna ini keluar nyata. Apalagi permukaan panel bodi banyak yang rata, membuat catnya tak terganggu oleh permukaan bergelombang. “Stylenya VIP boleh saja, tapi jangan memaksa muda untuk keliatan wah! Harus melihat history dan basic mobil. VIP enggak harus muda kan?” kata Wahyu.

Penerapan cat tak menemui kendala besar. Hanya mendapat tantangan saat mengecat bagian detailnya, seperti karet-karet kaca, pintu, garnis dan detail lainnya. Hal ini juga disebabkan di Indonesia sulit mencari karet, ornamen dan other slow moving parts. Maka prinsip kehati-hatian menjadi prioritas supaya tak merusak komponen-komponen yang sulit dicari.


Workshop:
Body retouched & under carriage: Laris Understeel
Engine: EP Garage @ariel_ep_garage
Body kit: Arek Fiber @arek.fiber
Interior: Wahyou Jok

Data Mods:
Paint Green Boston Celtic by Spies Hecker HS+ Xirallic Gold, full custom body kit K-Break, full body molding deleted, front radius fender 6 cm, rear radius fender 8 cm, custom rear view mirror Centralpain, custom rear diffuser, custom rear visor, custom duck tail, wheels Work Meister S1 18x(11+13) inches, tyres Accelera Phi 245/35ZR18 & 255/35ZR18, custom front camber kit w/ pillowball, custom rear camber kit w/ pillowball, custom front & rear arm, BBK Ceika Performance, air sus Universal Air 2-point w/ remote + hardline, full brown Carrera interior, black painted engine bay w/ Xirallic Gold, green painted manifold, custom exhaust system full stainless, muffler A’PEXi