F20C (dan F22C1) adalah mesin inline-4 yang diproduksi untuk Honda S2000. Salah satu dari mesin Honda 4-silinder yang dirancang duduk memanjang untuk penggerak roda belakang. Materialnya menggunakan bahan yang ringan, kuat dan mengurangi gap friksi. Inspirasinya dari mesin balap Honda. Sebagai contoh, Fiber-Reinforced Metal (FRM) pada cylinder liners, molybdenum disulfide-coated pada bagian piston, ladder-frame main bearing stiffener, bahkan lengan ayun dibangun menggunakan cetakan injeksi logam. Sementara blok mesinnya sendiri terbuat dari aluminium dengan selubung logam yang diperkuat serat. Piston terbuat dari aluminium. Roda gila hanya 6,4 kg.

Mesin dengan perlakuan yang sangat tidak biasa. Secara resmi, itu milik keluarga F, tetapi secara teknis lebih dekat dengan mesin K20A. Head F20C juga telah dirancang ulang, aliran headnya menjadi jauh lebih baik daripada di mesin F20B. Di sini sistem VTEC untuk camshaft intake dan exhaust digunakan. Head silinder ini memiliki port intake dan exhaust yang lebih baik, katup yang lebih besar (intake 36mm, exhaust 31 mm), camshafts yang agresif dan pegas katup yang kaku.

Untuk seluruh dunia, rasio kompresi Honda S2000 telah dikurangi menjadi 11, dari 11.7. Singkatnya, insinyur Honda membuat mesin S2000 dengan konfigurasi stroke pendek, agar mengurangi getaran dan memungkinkan untuk tidak memasang poros penyeimbang.

Hingga sebenarnya, kondisi standar saja bukan main enaknya. Bodinya pun sedap dipandang. Long lasting. Tinggal ganti velg saja yang enteng, modelnya pas, serta ban yang mumpuni diajak kebut.

Tapi Eric…, telanjur gatal mengoprek mesin S2K-nya. Mesin kemudian direbuilt dalamannya. Memastikan masih utuh atau mesti diganti. Melihat usianya yang sudah 20 tahun, wajar kiranya pembaruan terjadi. Sekalian saja naik spec.

Lihat saja throttle bodynya, sudah pakai Skunk2 Racing 74 mm. Bahannya billet alumunium, yang bertujuan memberikan aliran lebih tetapi mempertahankan driveability yang mulus dan karakteristik throttle OEM.

Throttle body yang lebih besar adalah kunci menghasilkan daya tambahan di seluruh powerband pada engine yang dimodifikasi dengan peningkatan permintaan aliran udara. Throttle body 74 mm ini mempunyai bantalan bola bersegel, pelat throttle mesin presisi dan lubang bor berukuran besar. Hal ini akan memastikan operasi yang lancar pada aplikasi induksi yang disedot secara alami.

Itu tadi soal pasokan udara. Sementara di suplai bahan bakar, Eric juga memercayakan pada AEM Performance. Rel bahan bakar volume tinggi AEM punya lubang bahan bakar berukuran 0.5 inci, yang bisa support aliran bahan bakar untuk aplikasi hingga 1.000 tenaga kuda. Lubang besar itu juga berfungsi mengurangi tekanan balik tekanan yang diciptakan oleh injector yang lebih besar dan bekerja sempurna dengan ukuran stock injector.

Selain fuel rail, terdapat juga fuel pressure regulator. Masih merek yang sama, AEM Performance. Solusi bagi yang membutuhkan tekanan bahan bakar andal dalam kendaraan dan mobil balap bertenaga tinggi yang membutuhkan pengiriman bahan bakar dalam volume besar.

Untuk meningkatkan respons mesin pada tingkat RPM apa pun, maka dipilihlah ARC. Unik, dengan corong yang dirancang secara aerodinamis agar segera mengalirkan laminar di tepi saat udara ketika melalui intake. Semua ini kemudian dikunci oleh ECU yang canggih untuk mengontrol kinerja. Haltech Platinum Pro plug-in dipilih karena plug ‘n play dan tak perlu rewiring.

Ketika tenaga mesin naik, “Otomatis suspensi, pelek dan ban harus mengikuti,” ujar Ardi dari Top Setup Auto Mechanic. Volk Racing wheels TE37 bronze 18x(8.5+9.5) diduetkan dengan ban Yokohama Advan Neova 235/40R18. Ban yang cocok untuk performa tinggi, dan grip yang mencengkeram kuat, menjadi factor utama. “Walaupun agak berisik dan berdengung,” jelas Ardi. Tak lupa, remnya diganti dengan AP Racing Pro 5000 R 6 pot + 355 mm floating rotor yang mumpuni untuk menghentikan laju cepat si S2K.


Workshop:
Top Setup Auto Mechanic @fujinz

Data Mods:
Toda Racing header, J’s Racing exhaust, Skunk2 Racing throttle body Pro Series 74 mm billet, AEM Performance fuel rail, AEM Performance fuel pressure regulator, Downstar Inc machine bolts, Downstar Inc washer, M and M Honda radiator, Skunk2 Racing radiator hose, ARC air hose, custom billet intake manifold, custom cooling plate + brake cover + battery cover, ECU Haltech Platinum Pro plug-in, Volk Racing wheels TE37 bronze 18x(8.5+9.5) inches, Yokohama tyres Advan Neova 235/40 R18, Cusco Cusco, AP Racing brakes Pro 5000 R 6 pot & 355 mm floating rotor, ARC shift knob titanium, AEM Performance Electronics air fuel ratio gauge, S2000 AP2 facelift, Modulo front lips spoiler, Standox paint