Max Verstappen pulang dengan tangan kosong dari balapan terakhir Formula 1 di Zandvoort, Minggu (23/8/2026). Bukan karena mesin RB22 ngadat atau strategi tim yang meleset, tapi karena mobilnya menghantam pembatas trek cuma beberapa detik setelah lampu start padam.
Insiden itu terjadi di lap pertama Grand Prix Belanda 2026, tepat di tikungan terakhir Zandvoort yang punya kemiringan curam dan dikenal licin begitu trek masih basah. Hujan sempat turun sebelum balapan dimulai. Meski sebagian besar pembalap memilih start dengan ban slick, area itu rupanya belum sepenuhnya kering, dan Verstappen kehilangan bagian belakang mobilnya saat mencoba menambah kecepatan. RB22 pun melintir dan menghantam tembok pembatas dengan keras.
Benturan itu cukup parah hingga memaksa race director mengibarkan bendera merah. Petugas medis dan marshal butuh waktu sekitar 40 menit membersihkan puing di lintasan sebelum balapan bisa dilanjutkan. Untungnya Verstappen keluar dari mobil dengan selamat tanpa cedera berarti, meski RB22 miliknya rusak total dan tidak bisa melanjutkan sisa balapan.
Yang bikin momen ini terasa lebih berat, balapan ini sekaligus jadi Grand Prix Belanda terakhir di kalender Formula 1, setidaknya untuk sementara waktu. Sirkuit yang jadi rumah kedua Verstappen sejak F1 kembali menggelar balapan di sana pada 2021 ini resmi dicoret dari jadwal musim depan. Ironisnya, juara dunia empat kali itu baru saja mengumumkan perpanjangan kontrak dengan Red Bull hingga 2030 menjelang akhir pekan balapan berlangsung.
“Sayang sekali balapan saya harus berakhir seperti ini hari ini, tapi saya baik-baik saja,” ujar Verstappen usai insiden. “Kelihatannya area itu kering, jadi saya coba tambah gas, namun malah begini jadinya. Saya agak apes, kehilangan kendali mobil dan langsung menabrak tembok.”
Ia juga mengakui performa RB22 memang belum semenjol yang diharapkan sepanjang akhir pekan di Zandvoort. “Kami memang tidak punya pace untuk berebut kemenangan akhir pekan ini, itu jadi sesuatu yang masih perlu kami benahi,” lanjutnya. Verstappen tetap berterima kasih pada ribuan fans yang datang mendukungnya untuk terakhir kalinya di tanah kelahirannya sendiri, di sirkuit yang selama ini jadi saksi banyak momen manisnya bersama Red Bull.
- ZANDVOORT, NETHERLANDS – AUGUST 23: Liam Lawson of New Zealand driving the (30) Oracle Red Bull Racing RB22 Red Bull Ford Powertrains leads Pierre Gasly of France driving the (10) Alpine F1 A526 Mercedes and Arvid Lindblad of Great Britain driving the (41) Visa Cash App Racing Bulls VCARB 03 RB Ford on track prior to the F1 Grand Prix of Netherlands at Circuit Zandvoort on August 23, 2026 in Zandvoort, Netherlands. (Photo by Clive Mason/Getty Images) // Getty Images / Red Bull Content Pool // SI202608230242 // Usage for editorial use only //
Di tengah drama itu, giliran Liam Lawson yang menyelamatkan muka Red Bull. Tampil sebagai pengganti akhir pekan itu, ia sukses finis di posisi ketujuh setelah start dari grid delapan. Lawson mengaku balapannya terasa sepi karena tidak punya bekal cukup untuk bertarung dengan pembalap di depannya, dan ia kebetulan berada tepat di belakang Verstappen saat insiden terjadi.
“Momen itu bikin saya cukup kaget juga, saya persis di belakangnya,” katanya. “Bagian trek itu memang sangat licin, dan pakai ban slick gampang sekali kehilangan mobil di situ. Saya lega dia baik-baik saja.” Lawson menambahkan tidak mudah masuk ke mobil baru di tengah musim, tapi tim membantunya merasa nyaman sejak awal.
Laurent Mekies, Team Principal sekaligus CEO Red Bull, mengaku akhir pekan di Zandvoort jadi salah satu yang sulit buat timnya. “Yang paling penting Max baik-baik saja, itu benturan yang cukup keras dan kami semua lega dia bisa keluar dari mobil tanpa cedera,” ujarnya. Dari sisi performa, ia mengakui timnya seperti mundur beberapa langkah dibanding kondisi sebelum jeda musim panas, meski mustahil menebak seberapa cepat RB22 sebenarnya seandainya Verstappen sempat menyelesaikan balapan.
Mekies turut memuji penampilan Lawson yang cuma tertinggal satu per sepuluh detik dari catatan waktu Verstappen di sesi kualifikasi sehari sebelumnya, sebelum akhirnya mengamankan poin lewat posisi ketujuh. Ia juga menyinggung Isack Hadjar, pembalap reguler yang digantikan Lawson akhir pekan itu, tetap hadir di paddock mengikuti perkembangan tim meski tidak turun balapan.
Balapan sendiri akhirnya dimenangkan Lando Norris dari McLaren, kemenangan kedua beruntun sang pembalap Inggris musim ini. Di belakang barisan poin, driver pengganti Racing Bulls Yuki Tsunoda finis tipis di luar zona poin pada posisi 11, sementara rekan setimnya yang juga rookie, Arvid Lindblad, menyusul di posisi 12 dan gagal meraih poin untuk pertama kalinya dalam tujuh balapan terakhir.
Red Bull kini punya waktu dua pekan sebelum kembali beraksi di Monza untuk mengevaluasi apa yang salah di Zandvoort. Mekies bilang timnya perlu mencari tahu apakah kompetitor memang unggul dalam pengembangan upgrade, atau ada faktor lain yang membuat RB22 kurang kompetitif khusus di sirkuit ini. ![]()

