Nama SEVENSPEED belakangan mulai ramai muncul di linimasa media sosial, salah satunya berkat sosok Al Ghazali yang menjadi motor penggerak tim drifting tersebut. Namun, ada cerita lain di balik kiprah mereka yang menarik untuk disimak, terutama soal kolaborasinya dengan PRO7 Autolighting.
Buat PRO7, terjun ke dunia drifting bukan sekadar upaya menempelkan nama brand di sebuah tim balap. Produsen lampu aftermarket ini justru melihat lintasan drift sebagai medan pengujian yang tepat untuk membuktikan sejauh mana produk mereka mampu bekerja dalam kondisi ekstrem.
Selama ini, PRO7 dikenal sebagai salah satu pemain di kategori lampu BILED untuk mobil. Mereka kemudian memperluas bisnis ke kendaraan roda dua lewat lini PRO7 MOTO. Pengembangan produk untuk motor pun ternyata bukan perkara sederhana. Ruang pemasangan yang lebih terbatas, karakter panas yang berbeda, hingga sistem kelistrikan motor menjadi sejumlah tantangan yang harus diperhitungkan.
Karena itu, aspek ketahanan menjadi salah satu fokus utama PRO7. Produk untuk motor dirancang dengan perhatian terhadap ketahanan air, suhu, dan getaran yang lebih tinggi. Hal tersebut dianggap penting karena motor lebih sering terpapar cuaca dan guncangan jalan secara langsung. PRO7 bahkan memberikan garansi selama dua tahun untuk lini produknya.
Nah, kalau motor saja sudah menjadi medan yang menuntut ketahanan, drifting jelas menawarkan tantangan yang jauh lebih ekstrem. Mobil yang digunakan untuk kompetisi harus berhadapan dengan getaran, panas, tekanan, benturan, serta intensitas penggunaan yang tidak bisa disamakan dengan pemakaian harian.

Markus Hermawan, CEO PRO7 Autolighting melihat kondisi tersebut sebagai kesempatan untuk menguji langsung keandalan produknya. “Drifting merupakan cabang motorsport yang menuntut performa tinggi dalam kondisi ekstrem, mulai dari tekanan, getaran, hingga intensitas penggunaan yang jauh melampaui pemakaian harian. Kondisi ini menjadikan drifting sebagai pembuktian nyata atas ketahanan dan keandalan produk PRO7,” jelas Markus.
Lewat kolaborasi dengan SEVENSPEED, PRO7 memberikan dukungan produk yang akan digunakan pada mobil-mobil para drifter tim tersebut. Tidak berhenti di penyediaan produk, PRO7 juga menyiapkan pendampingan teknis dari tim internalnya. Dengan begitu, produk mereka bakal berhadapan langsung dengan kondisi yang jauh dari lingkungan showroom, mulai dari getaran ekstrem hingga panas dan tekanan tinggi saat mobil melibas lintasan.
Pemilihan SEVENSPEED sendiri juga bukan tanpa alasan. Tim yang digerakkan Al Ghazali tersebut dinilai memiliki visi yang sejalan dengan PRO7, khususnya dalam upaya mendorong tim drift nasional agar bisa berbicara lebih banyak, bukan hanya di kompetisi dalam negeri tetapi juga di level internasional.
Targetnya pun tidak berhenti pada sekadar tampil di lintasan. PRO7 ingin mendukung SEVENSPEED meraih pencapaian terbaik di ajang Kejuaraan Nasional maupun internasional. Di saat yang sama, langkah ini menjadi bagian dari upaya PRO7 memperluas keterlibatannya di ekosistem otomotif, mulai dari modifikasi, komunitas, hingga motorsport.
Kalau melihat langkahnya dari jauh, masuknya PRO7 ke dunia drifting sebenarnya punya benang merah yang cukup jelas. Setelah membangun nama di pasar lampu mobil dan memperluas lini produk ke sepeda motor, kini mereka membawa produk tersebut ke salah satu medan paling keras di dunia otomotif.
Bukan cuma soal branding, tetapi juga soal membuktikan apakah klaim ketahanan itu benar-benar bisa bertahan ketika berhadapan dengan lintasan drift. ![]()
