Mercedes-Benz Technician Skill Contest, kompetisi tahunan yang menguji kemampuan teknisi di jaringan dealer resminya kembali digelar tahun ini.

Ajang ini diikuti 64 peserta dari 14 dealer resmi Mercedes-Benz yang tersebar di Indonesia. Setelah disaring lewat dua tahap seleksi online, tersisa 16 teknisi yang lolos ke babak Grand Final di Inchcape Indonesia Training Center. Mereka bertarung di empat kategori keahlian, yaitu Qualified Maintenance Technician, Qualified System Technirtrcian, Certified Diagnostic Technician, dan Body & Paint.

Tema yang diusung tahun ini “One Team. One Star.” Bukan sekadar slogan, tema ini mencerminkan bagaimana seluruh jaringan dealer resmi Mercedes-Benz saling terhubung dalam menjaga standar layanan yang sama, meski lokasi dan tim teknisinya berbeda-beda di setiap kota.

Donald Rachmat, CEO Mercedes-Benz Indonesia, menyebut kompetisi ini sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas layanan secara menyeluruh. “Service excellence merupakan bagian penting dari Best Customer Experience secara keseluruhan. Para teknisi memiliki peran yang sangat penting dalam memastikan kendaraan pelanggan mendapatkan penanganan yang tepat, mulai dari perawatan hingga diagnosis dan perbaikan. Melalui Mercedes-Benz Technician Skill Contest, kami memberikan apresiasi kepada para teknisi sekaligus mendorong mereka untuk terus meningkatkan knowledge, skills, dan profesionalisme,” katanya.

Yang bikin kompetisi ini beda dari sekadar tes teori adalah babak Grand Finalnya yang dirancang meniru kondisi nyata di workshop sehari-hari. Di kategori Body & Paint misalnya, peserta dikejar waktu satu jam untuk menyelesaikan pengecatan panel pintu, lengkap dengan tuntutan pemerataan warna dan color matching yang presisi. Sementara di kategori lain, teknisi harus menemukan root cause dari berbagai masalah di sistem kendaraan dan menentukan langkah penanganan yang tepat, dengan juri menilai langsung cara mereka pakai tools, metode kerja, ketepatan diagnosis, sampai kepatuhan pada prosedur keselamatan dan panduan resmi Mercedes-Benz.

Simulasi semacam ini jadi penting mengingat teknologi kendaraan yang makin kompleks butuh kemampuan diagnosis yang lebih akurat dari waktu ke waktu. Kalau teknisi di ujung tombak layanan nggak diasah kemampuannya secara rutin, gap antara teknologi mobil dan kapasitas bengkel bisa melebar, dan itu yang berpotensi mempengaruhi kualitas layanan ke pelanggan akhir.

Dari seluruh rangkaian kompetisi, empat nama muncul sebagai yang terbaik di kategorinya masing-masing. Muhammad Ikhsan dari PT Citrakarya Pranata menjadi juara Qualified Maintenance Technician. Hasbila Hibatul dari PT Arista Jaya Abadi meraih penghargaan Qualified System Technician. Rizal Nur dari PT Suri Motor Indonesia menang di kategori Certified Diagnostic Technician, dan Suhardi, juga dari PT Suri Motor Indonesia, keluar sebagai yang terbaik di kategori Body & Paint.

Balian Prentolaharso, Head of Aftersales Mercedes-Benz Indonesia, menekankan bahwa nilai dari kompetisi ini nggak berhenti di daftar pemenang. “Seluruh finalis telah menunjukkan kemampuan dan dedikasi yang luar biasa untuk mencapai tahap Grand Final. Bagi kami, pencapaian mereka bukan hanya tentang siapa yang menjadi pemenang, tetapi juga tentang semangat untuk terus belajar dan berkembang. Para teknisi merupakan bagian penting dari service excellence Mercedes-Benz, dan kami mengapresiasi kontribusi mereka dalam memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan,” ujarnya.

Lewat kompetisi macam ini, Mercedes-Benz Indonesia sebenarnya sedang menjaga satu hal yang sering diremehkan konsumen kelas atas, yaitu konsistensi layanan purna jual di seluruh titik jaringan dealernya, dari kota besar sampai daerah yang jaringan bengkelnya lebih terbatas.