Musim yang menantang buat Veda Ega Pratama belum juga menemukan titik terang. Di Moto3 San Marino Grand Prix akhir pekan kemarin (13/9/2026), pembalap Honda Team Asia itu lagi-lagi pulang tanpa poin, menutup balapan di Misano World Circuit Marco Simoncelli pada posisi 18. Ini kali kedua secara beruntun dan sudah yang kelima sepanjang musim 2026 Veda gagal menyentuh zona poin.

Start dari grid 15 sebenarnya sudah membaik satu posisi dari rencana awal, berkat penalti 12 grid yang menjerat Alvaro Carpe. Tapi keuntungan kecil itu tidak banyak membantu. Sepanjang 20 lap balapan, Veda sempat menembus sepuluh besar, namun tak sanggup menjaga posisinya hingga garis finis.

Untungnya buat Veda, klasemen sementara masih menaruhnya di peringkat tujuh Moto3 2026. Cuma saja jarak amannya kini menipis, hanya tiga poin dari rival sesama rookie, Hakim Danish yang membalap untuk AEON Credit – MT Helmets – MSI.

Sementara satu rekan sepabrik Veda di Honda Team Asia, Zen Mitani, nasibnya lebih berat lagi. Ia harus puas finis di urutan 22, jauh di belakang rombongan utama.

Kabar yang sedikit lebih menghibur datang dari garasi lain. Joel Kelso yang membalap untuk GRYD Racing tampil sebagai rider berbasis mesin Honda paling top di Misano, finis posisi tujuh setelah melewati balapan yang penuh gejolak. Kelso start dari baris depan sebagai rider Honda terdepan, namun sempat terjungkal ke posisi enam gara gara aksi divebomb di lap pembuka.

Dari sana Kelso justru menunjukkan pace yang solid. Ia merangsek naik hingga sempat menyentuh posisi empat di pertengahan lomba, sebelum akhirnya melebar dan tergelincir kembali ke posisi tujuh. Di sanalah ia bertahan sampai finis, memimpin seluruh armada Honda di Misano.

Rider Honda lain yang tampil cukup rapi adalah Casey O’Gorman dari SIC58 Squadra Corse. Start dari posisi tujuh sebagai rider Honda kedua terbaik di grid, ia mengakhiri balapan di urutan 11. Rekan setimnya di GRYD Racing, Eddie O’Shea, sempat menjanjikan usai naik ke posisi 12 pada tahap awal, tapi tak mampu menjaga momentum dan tergeser ke urutan 16, tipis di luar zona poin.

Adrian Fernandez dari Leopard Racing pun harus berjibaku sepanjang lomba usai menerima penalti long lap. Ia sempat terlibat perebutan posisi sembilan dan sepuluh sebelum akhirnya menutup balapan di urutan 14, masih masuk dalam poin meski tipis.

Insiden juga mewarnai lap pertama balapan di tikungan 14. Leo Rammerstroffer dari SIC58 Squadra Corse dan Nicola Carraro dari Rivacold Snipers Team bertabrakan dan keduanya harus mengakhiri balapan lebih cepat dari yang diharapkan.

Sementara garasi Honda berjibaku di papan tengah, drama sesungguhnya justru terjadi di garis depan. Maximo Quiles dari CFMOTO Gaviota Aspar Team merebut kemenangan lewat photo finish, hanya berselisih 0,021 detik atas David Almansa dari Liqui Moly Dynavolt Intact GP. Almansa yang start dari pole position sempat memimpin sejak lap awal dan bertahan dari gempuran Quiles hingga jelang tikungan terakhir, sebelum akhirnya kalah tipis di detik detik penutup.

Brian Uriarte, rookie dari Red Bull KTM Ajo, melengkapi podium di posisi tiga usai sempat memberi perlawanan sengit ke Quiles di delapan lap awal. Matteo Bertelle dari LEVEL UP – MTA finis keempat, mengungguli Valentin Perrone dari Red Bull KTM Tech3 dan Rico Salmela dari tim yang sama dalam perebutan posisi lima besar.

Kemenangan ini menjadi yang kedua beruntun buat Quiles setelah sebelumnya menang di Aragon. Alhasil keunggulannya di puncak klasemen Moto3 2026 kini melebar jadi 107 poin. Almansa yang finis kedua di Misano ikut terdongkrak ke peringkat dua klasemen, menggeser Alvaro Carpe yang justru terjatuh di tikungan 4 usai menjalani penalti 12 grid akibat pelanggaran di sesi sebelumnya.

Kejuaraan Dunia Moto3 2026 akan berlanjut ke putaran 15 di Red Bull Ring pada Grand Prix Austria, 18-20 September mendatang. Baik Veda Pratama maupun rombongan Honda lainnya akan mendapat kesempatan baru untuk memperbaiki catatan mereka di sirkuit yang punya karakter kecepatan tinggi itu.