Tanjakan terjal, tikungan tajam, lalu turunan curam yang datang bergantian. Itu yang dilalui para peserta Yamalube Pro Expedition selama lima hari (27-31/11/2026), dari Padang ke Kerinci dan pulang lewat Mandeh.
Ini adalah gelaran edisi perdana. Jaraknya kurang lebih 700 kilometer. Pesertanya adalah konsumen setia Yamaha yang rutin memakai Yamalube, masing-masing dengan motornya sendiri.
Motor yang ikut cukup beragam. Ada XMAX, NMAX “TURBO”, LEXi, GEAR ULTIMA, WR 155, MX-King, XSR 155, sampai R25. Karakter mesinnya beda-beda, begitu juga pelumas yang dipakai.

Yamalube TURBO MATIC jadi pilihan untuk keluarga MAXi Yamaha. Yamalube RS4GP, yang jadi andalan di dunia balap, ikut dipakai di lini sport Yamaha. Adapun Yamalube Power Matic direkomendasikan untuk skutik Yamaha 125 cc seperti GEAR ULTIMA.
Antonius Widiantoro, Asst. General Manager CS Division Sparepart PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, menjelaskan alasan acara ini dibuat.
“Yamalube Pro Expedition kami hadirkan untuk pertama kalinya sebagai upaya mempererat Yamalube dengan komunitas dan para pengendara Yamaha, seiring perjalanan menuju 60 tahun Yamalube secara global dan 25 tahun di Indonesia. Dengan mengusung tema ‘Misi Kelok Bumi Andalas’, chapter pertama di Padang ini mengajak peserta menjelajahi rute menuju Kerinci yang menawarkan panorama alam luar biasa sekaligus tantangan berkendara untuk merasakan langsung performa sepeda motor Yamaha yang menggunakan Yamalube. Tidak kalah penting, kegiatan ini juga menjadi bentuk apresiasi kami kepada para pengguna setia melalui pengalaman berkendara yang penuh kebersamaan dan kebahagiaan lewat beragam rangkaian aktivitas yang seru dan menghangatkan,” ujar Anton.

Rombongan berangkat dari Padang menuju Alahan Panjang lewat Solok Selatan. Sepanjang jalan, karakternya berganti terus, dari padatnya kota sampai tanjakan terjal dan turunan curam. Mesin ikut diuji, tidak cuma nyali pengendaranya.
Menurut Yamaha, mesin setiap motor peserta tetap bekerja optimal dan melibas rintangan tanpa kendala.

Di Alahan Panjang, yang dijuluki Swiss van Sumatra Barat, peserta menikmati panorama pegunungan yang sejuk. Setelah itu rombongan bergerak ke kawasan Gunung Kerinci dan menjelajahi Rawa Bento naik perahu kecil untuk melihat lanskap lahan basahnya.

Rute berlanjut ke Mandeh dengan panorama laut dan garis pantai. Cuacanya berubah ekstrem, dari dataran tinggi yang dingin ke dataran rendah yang panas. Yamaha menyebut Yamalube didesain agar kualitasnya tidak mudah menurun, sehingga performa motor peserta tidak ikut turun.
Di luar urusan mesin, perjalanan ini diisi berbagai games dan kegiatan lain yang bikin peserta saling berbagi cerita dan menambah teman baru.

Salah satu peserta, Hari, pengendara XMAX Connected asal Padang, Sumatera Barat, berbagi kesannya.
“Yamalube Pro Expedition ini menjadi pengalaman berkendara yang sangat berkesan, apalagi bisa menjelajahi rute Padang menuju Kerinci lalu ke Mandeh via Sungai Penuh menggunakan XMAX dengan pemandangan alam yang luar biasa dan kondisi jalan yang cukup menantang. Makin seru karena riding bareng sesama pengendara Yamaha lainnya. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus hadir dan memberikan pengalaman seru bagi para pengguna Yamaha,” ujar Hari.

Sementara itu, Yamaha Indonesia bersama Yamalube juga terus mengampanyekan kepedulian terhadap keaslian pelumas lewat program anti-pemalsuan oli Yamalube. Salah satunya Sobek Label Yamalube, yang memberi kesempatan konsumen memenangkan hadiah total ratusan juta rupiah, termasuk sepeda motor, sesuai mekanisme program yang berlaku. ![]()
