Mobil ini sama sekali enggak punya kemampuan sebagai mobil pelindung.
Jadi pengawal juga enggak bisa.
Sebab tuannya pergi liburan, Gebrown diam di rumah.
Bahkan majikan masuk rumah sakit, Gebrown malah di Bogor. Padahal Lian Nasution recovery di Bandung.
Biasa lah, kalau sudah kondang, suka enggak mau diatur.
Kesana-kemari aja suka-suka dewek.
Sampai suatu ketika, Teguh YM Autowheels kasih nasehat, “Sudahlah, Pakde Lian itu mulutnya doang yang galak, tapi hatinya baik. Buktinya kamu dibeliin sepatu mahal sama baju keren, kurang apalagi? Pulang deh, Pakde sudah tua. Dia sudah enggak boleh ngopi, enggak bisa ngerokok. Temenin sana, dengerin curhatnya.”
Memang Gebrown sudah kelimis. Seperti petinju kelas dunia yang serem dan gahar tapi punya penampilan yang berkelas.
Okelah DeepEnd ceritakan sedikit saat jalan bareng Gebrown. Berduaan doang. Keliling Bogor. Sempet mampir juga di rumah DeepEnd 5 hari 4 malam.
Suspensi empuk. Tak ada keraguan soal kemampuan suspensinya. Balon sudah memperhitungkan total bobot mobil. Toh ini untuk dikendarai santai. Sebab tenaga mesin memang sengaja tidak dimaksimalkan total. Hanya mengganti memakai sebongkah mesin Prado dan segelundung transmisi matik dari Prado juga.
Tapi banyak orang lebih suka akan model desain eksterior. Berwibawa dan tentunya tidak banyak orang pakai. Berkat Brabus Widestar. Sebenarnya, konsep modifikasinya hanya ingin mengubah paradigma, bahwa kendaraan besar/SUV juga bisa dibuat melata dengan aplikasi air suspension layaknya kendaraan non SUV.
Dengan air sus, penampakan velg menjadi utama. Untuk G-Class ini, ada 3 velg yang digunakan. Velg merek Donz berukuran 26×10 inci dengan ban Kumho Ecsta 305/30R26, kemudian Rotiform 20×10 inc dengan ban Achilles Dessert Hawk XMT 315/50R20 dan 33/12,50/R20.
Sedangkan yang ketiga, velgnya SV2 Forged. Motifnya keren. Harga juga bersaing. Ukurannya 22x(12+13) inci. Untuk ban kini dipercayakan pada Accelera. Tipenya IOTA dengan dimensi belang, 275/45ZR22 di depan dan 305/40ZR22 pada ban belakang.
Kesulitan yang utama adalah saat merombak as roda sedemikian rupa, sehingga airsus dapat diaplikasikan maksimal berduet dengan roda yang udah pol tongkrongannya. Dalam artian dapat maksimal mendekat ke tanah.
Pemapasan pelat bodi di dalam area fender juga harus diukur sedemikian rupa, sehingga roda bisa amblas. Kemampuan clear corner bisa diciptakan tanpa mengganggu fungsi mobil serta estetika.
Hal menarik adalah, “Modifikasi-modifikasi ekstrem tersebur dieksekusi dengan catatan/garansi nantinya bisa dikembalikan seperti semula jika kelak dibutuhkan,” ucap Lian.
Pada bagian cat, kembali baru lagi. Setelah sebelumnya berganti-ganti warna. Dari warna asli biru tua, direpaint dengan blue black, lantas jadi putih glossy, kemudian putih dof, selanjutnya ganti ke warna oranye kemerahan. Dan inilah yang terakhir, coklat custom. “Lembar STNK nyaris habis karena pergantian warna ini,” ucap Lian.
Cat yang digunakan dari kesemua warna tersebut adalah Spies Hecker. Sementara yang terakhir ini baru ganti ke Sikkens. Proses pengecatan terakhir dilakukan dengan pengelupasan cat lama hingga hanya tersisa pelat besi, seluruh kaca, pintu-pintu, panel-panel dan kap mesin dibuka.
Workshop:
Wheels & suspension: YM Autowheels @ymautowheels
Body work & paint: Dams Custom @dams_custom
Carbon: Prestige Carbon @prestige_carbon
Sticker: ZC Distromotive @zcdistromotive
Data Mods:
Brabus Widestar body kit, Toyota Prado engine, Toyota Prado automatic transmission, AMG big brake kit 8 & 6 pot, SV2 Forged wheels 22x(12+13) inches, Accelera IOTA 275/45ZR22 & 305/40ZR22, Toyota FT86 front seat, Recaro middle seat, Jeep Wrangler rear seat, Nappa leather on all seat + door trim + dashboard, custom floor mat, custom insrument panel, custom arm rest, Tecwrap body wrap, custom red & black carbon, aftermarket head lamp, G-Class 2017 stop lamp, G-Class 2017 push step, custom muffler, retractable mirror G-Class 2017, carbon roof lamp Brabus model 2017, carbon hood engine Brabus model 2017