Sirkuit Bokong Semar di Klaten, Jawa Tengah jadi saksi betapa dominannya Ducati akhir pekan lalu (22-23/8/2026). Tak tanggung-tanggung, empat unit Ducati Desmo450 MX sekaligus turun di kelas MX1 Internasional pada gelaran Kejuaraan Internasional dan Kejurnas Motocross 2026 Round 6.

Kelas MX1 Internasional sendiri bukan ajang yang bisa dianggap remeh. Pesertanya datang dari berbagai negara, mulai dari Indonesia, Thailand, Australia, sampai Perancis, semuanya berebut posisi di lintasan yang dikenal ganas. Karakter trek Bokong Semar menuntut kombinasi kecepatan tinggi, presisi pengereman, sekaligus konsistensi ritme lap demi lap.

Dari empat pembalap Ducati yang turun, dua di antaranya membawa nama Ducati MX Team Indonesia, yaitu Diva Ismayana dan Hilman Maksum. Dua sisanya datang dari tim berbeda, M Zidane yang membela No Limit Racing Team, serta Witsarut Salangam asal Thailand yang bernaung di bawah Montana MX Team. Empat motor yang sama, empat tim berbeda, tapi satu misi yang sama di lintasan.

Sesi Time Practice atau Qualifying jadi panggung pertama buat mengukur seberapa kompetitif Desmo450 MX di tangan mereka. Di sinilah nama Diva Ismayana langsung mencuri perhatian.

Diva berhasil mencatatkan waktu tercepat di seluruh sesi kualifikasi, 1 menit 27,328 detik, yang justru diraihnya pada menit-menit terakhir sebelum sesi ditutup. Catatan itu bukan cuma soal gengsi, tapi juga langsung mengamankan posisi start terdepan buat menghadapi qualifying race.

Performa Ducati tak berhenti di satu nama. M Zidane menyusul sebagai pembalap Ducati tercepat kedua, menempati posisi keempat dengan catatan 1 menit 27,968 detik. Witsarut Salangam mengisi posisi kelima lewat waktu 1 menit 29,611 detik, sementara Hilman Maksum melengkapi barisan di posisi ketujuh dengan 1 menit 30,551 detik.

Artinya, dari tujuh besar hasil kualifikasi, empat slot langsung diisi oleh pembalap penunggang Ducati Desmo450 MX. Kalau bicara soal kekuatan kolektif di atas kertas, sulit untuk mengabaikan statistik ini.

Masuk ke qualifying race yang berdurasi 10 menit ditambah satu lap, tensi langsung naik sejak gate start dijatuhkan. Diva Ismayana dan M Zidane sama-sama melesat dari barisan depan untuk memperebutkan posisi terdepan, dan M Zidane yang lebih dulu mengunci holeshot, disusul ketat oleh Diva di posisi kedua.

Duo ini sempat membuka jarak dan memimpin balapan di lap-lap awal. Sementara itu di belakang, Witsarut Salangam terlibat duel sengit dengan Lewis Stewart dan Delvintor Alfarizi dalam rombongan kedua. Hilman Maksum punya cerita berbeda, sempat tertahan pembalap lain begitu start dimulai, sebelum perlahan membangun ulang ritmenya untuk mengejar rombongan di depan.

Pertengahan race, M Zidane makin percaya diri mengontrol jalannya balapan. Diva di sisi lain harus merelakan posisi kedua setelah dilewati Lewis Stewart. Witsarut sempat melakukan beberapa kesalahan yang membuat jaraknya dengan Delvintor melebar, sementara Hilman terus menjaga konsistensi hingga berhasil kembali ke posisi ketujuh.

Ketika bendera finis dikibarkan, M Zidane yang keluar sebagai juara qualifying race sekaligus pemegang holeshot. Diva Ismayana menutup balapan di posisi ketiga, Witsarut Salangam finis kelima, dan Hilman Maksum melengkapi hasil positif tim di posisi ketujuh.

Diva Ismayana buka suara soal pencapaiannya di sesi kualifikasi. “Hasil kualifikasi ini penting untuk saya, karena pace kami sudah terlihat sejak awal. Saya berhasil mendapatkan lap terbaik di akhir sesi dan itu memberi saya kepercayaan diri untuk race utama. Di qualifying race saya memang kehilangan posisi, tapi saya tahu kecepatannya ada. Besok saya akan fokus memperbaiki beberapa detail dan fight untuk hasil yang lebih baik.”

M Zidane yang tampil sebagai juara qualifying race punya cerita sendiri soal kunci performanya. “Start menjadi salah satu kunci hari ini. Saya berhasil mendapatkan holeshot dan setelah itu mencoba menjaga pace serta mengontrol balapan. Saya merasa cukup nyaman dengan motor dan ritme saya sepanjang qualifying race. Bisa menang di qualifying race tentu memberi kepercayaan diri, tapi besok race utama akan menjadi pertarungan yang berbeda.”

Witsarut Salangam menyoroti kesalahan kecil yang menurutnya masih perlu dibenahi. “Hari ini cukup positif bagi saya. Saya bisa berada di lima besar saat kualifikasi dan kemudian finis P5 di qualifying race. Saya sempat membuat beberapa kesalahan yang membuat jarak dengan pembalap di depan melebar, jadi itu sesuatu yang harus saya perbaiki. Pace motor cukup bagus dan saya akan mencoba lebih konsisten di race utama.”

Sementara Hilman Maksum mengakui level kompetisi di Klaten kali ini jauh lebih berat dari biasanya. “Saya harus mengakui, level persaingan kali ini sangat tinggi. Ada beberapa pembalap yang punya kecepatan dan pengalaman yang sangat baik, jadi saya harus bekerja lebih keras untuk bisa mengikuti ritme mereka. Buat saya, menghadapi kompetisi seperti ini justru menjadi pengalaman yang berharga. Saya akan mengambil pelajaran dari sesi hari ini dan mencoba tampil lebih baik di race utama.”