Oliver Solberg akhirnya kembali ke puncak WRC. Bersama Elliott Edmondson, pereli Toyota Gazoo Racing World Rally Team tersebut memenangi Rally Chile 2026, sekaligus mengantarkan Toyota meraih gelar konstruktor FIA World Rally Championship untuk keenam kalinya secara beruntun. Kemenangan ini menjadi yang ke-11 bagi GR Yaris Rally1 dari 12 ronde WRC 2026 yang sudah berlangsung.

Solberg tidak mendapatkan kemenangan tersebut dengan perjalanan yang sepenuhnya mulus. Ia memimpin sejak hari pertama dan sempat mendapatkan tekanan kuat dari rekan setimnya, Elfyn Evans dan Sébastien Ogier. Setelah dua hari kompetisi, Solberg masih berada di posisi terdepan dengan keunggulan 19,1 detik atas Evans, sementara Ogier terus memangkas jarak setelah memenangi empat dari enam special stage pada hari kedua.

Situasi berubah drastis pada hari terakhir. Trek yang keras membuat ban menjadi salah satu faktor penentu, dan sejumlah pereli mengalami puncture. Solberg sendiri sempat mengalami masalah tersebut, tetapi kehilangan waktunya dapat diminimalkan. Adrien Fourmaux juga menghadapi persoalan serupa. Drama terbesar justru menimpa Evans yang harus berhenti untuk mengganti ban setelah mengalami puncture dan kehilangan lebih dari dua menit, sehingga posisi keduanya melorot hingga finis kelima.

Kondisi tersebut membuat Ogier naik ke posisi kedua dan Fourmaux membawa Hyundai finis ketiga. Hasil akhir itu sekaligus menghasilkan podium yang memperlihatkan ketatnya persaingan di Chile, dengan Toyota menempatkan dua GR Yaris Rally1 di dua posisi teratas. Bagi Solberg, kemenangan ini merupakan kemenangan ketiganya di level Rally1 setelah sebelumnya menang di Rally Estonia 2025 dan Rallye Monte-Carlo 2026.

Bagi Toyota, hasil Rally Chile memiliki arti yang lebih besar daripada sekadar kemenangan satu seri. Toyota Gazoo Racing World Rally Team mengamankan gelar konstruktor 2026 dengan koleksi 614 poin, unggul jauh atas Hyundai Shell Mobis World Rally Team yang mengumpulkan 410 poin setelah ronde ke-12. Gelar tersebut menjadi titel konstruktor keenam Toyota secara berturut-turut.

Pencapaian itu sekaligus menyamai rekor enam gelar konstruktor beruntun yang sebelumnya dibuat Lancia pada 1987 hingga 1992. Toyota juga kini menyamai jumlah 10 gelar konstruktor milik pabrikan Italia tersebut sepanjang sejarah WRC. Dominasi ini semakin terlihat dari statistik musim 2026, ketika GR Yaris Rally1 sudah menghasilkan 11 kemenangan dari 12 rally dan delapan finis 1-2.

Sementara itu, persaingan gelar pembalap justru semakin terbuka. Evans masih memimpin klasemen dengan 230 poin, tetapi keunggulannya atas Sami Pajari kini hanya 17 poin setelah Rally Chile. Solberg berada di posisi ketiga dengan 209 poin, sehingga kemenangan di Chile membawanya kembali ke dalam perhitungan perebutan gelar dengan dua ronde tersisa.

Rally Chile akhirnya menjadi dua cerita berbeda bagi Toyota. Solberg mendapatkan momentum besar dalam perburuan gelar pembalap, sementara Toyota sudah lebih dulu memastikan mahkota konstruktor untuk keenam kalinya secara beruntun. Dengan dua ronde tersisa, perhatian WRC kini beralih pada apakah Evans mampu mempertahankan posisi teratas atau justru Solberg dan Pajari bisa membalikkan keadaan sebelum musim 2026 berakhir.